Kemah Dongeng Anak Indonesia: Gerakan Literasi dari SDN Andongsari 2 dan TBM Rimba Watukebo
SDN Andongsari 2 bersama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rimba Watukebo Kecamatan Ambulu menyelenggarakan kegiatan Kemah Dongeng Anak Indonesia yang diikuti oleh 54 siswa dengan didampingi 11 orang pembina. Kegiatan berlangsung meriah dan edukatif, menekankan pentingnya literasi serta pendidikan karakter melalui metode dongeng dan aktivitas kreatif.

Acara berlangsung sejak pagi hari dengan suasana meriah di halaman sekolah. Setelah pembukaan resmi oleh pihak sekolah, para peserta mengikuti sejumlah kegiatan literasi, di antaranya sosialisasi gemar membaca dan resensi buku. Dalam sesi sosialisasi, pembina memberikan pemahaman mengenai pentingnya membaca sebagai jendela ilmu. Sedangkan pada kegiatan resensi, siswa dilatih untuk menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca dengan bahasa sederhana, sebagai upaya menumbuhkan keberanian berbicara di depan umum sekaligus melatih daya ingat.

Kegiatan dilanjutkan dengan dongeng bersama yang menjadi puncak acara. Para pendongeng lokal menghadirkan kisah-kisah rakyat Nusantara dan cerita inspiratif yang penuh pesan moral. Anak-anak tampak antusias mendengarkan alur cerita sambil belajar nilai-nilai kejujuran, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama. Suasana hangat tercipta ketika siswa terlibat aktif dalam sesi tanya jawab maupun saat diminta menirukan kembali tokoh-tokoh dongeng.

Kegiatan kemah dongeng tidak hanya bertujuan memberikan hiburan, tetapi juga membekali anak-anak dengan kemampuan berpikir kritis, keberanian berbicara di depan umum, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Kegiatan resensi buku, misalnya, melatih siswa untuk menyampaikan kembali isi bacaan dengan bahasa mereka sendiri, sehingga pemahaman terhadap isi buku dapat semakin mendalam.
Dengan terselenggaranya Kemah Dongeng Anak Indonesia, diharapkan semakin banyak siswa yang gemar membaca, berani mengekspresikan diri, dan memiliki karakter positif. TBM Rimba Watukebo pun berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan untuk mendukung tumbuhnya generasi literat yang kreatif, cerdas, dan berakhlak mulia.
Bagikan ke: