Perpustakaan Keliling Hadir di MTs Al-Badri Kecamatan Kalisat, Dorong Budaya Membaca Peserta Didik
PPID.JEMBER — Pada hari ini, Rabu (10/9/2025), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember melaksanakan layanan perpustakaan keliling di MTs Al-Badri, Kecamatan Kalisat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses literasi yang merata hingga ke sekolah-sekolah di pelosok, sekaligus memperkuat minat baca di kalangan pelajar.

Layanan yang diberikan tidak hanya berupa kunjungan bus perpustakaan keliling, tetapi juga dilengkapi dengan peminjaman buku bergulir. Melalui peminjaman buku bergulir, Perpustakaan Daerah Kabupaten Jember meminjamkan sejumlah buku koleksinya kepada sekolah/lembaga selama jangka waktu tertentu. Koleksi yang dipinjamkan meliputi buku pelajaran, cerita fiksi, pengetahuan umum, hingga bacaan motivasi yang relevan dengan kebutuhan anak usia madrasah tsanawiyah.

Antusiasme terlihat ketika peserta didik secara bergiliran memilih buku favorit mereka. Sebagian siswa memanfaatkan momen tersebut untuk membaca bersama di halaman sekolah, menciptakan suasana belajar yang hangat dan menyenangkan. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga karena menghadirkan nuansa perpustakaan langsung di tengah lingkungan sekolah.
Peminjaman buku bergulir di MTs Al-Badri diharapkan juga mampu menumbuhkan budaya membaca sebagai rutinitas sehari-hari. Dengan akses bacaan yang lebih mudah, siswa dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemandirian belajar, serta memperkaya pengetahuan di luar materi pembelajaran formal.
Hadirnya layanan perpustakaan keliling dan peminjaman buku bergulir menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses literasi ke berbagai lapisan masyarakat. Melalui program ini, tidak hanya disediakan fasilitas membaca yang mudah dijangkau, tetapi juga ditanamkan kebiasaan positif untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari peserta didik. Ke depan, kegiatan serupa ditargetkan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga manfaat literasi tidak hanya dirasakan oleh siswa di perkotaan, tetapi juga merata hingga ke pelosok desa. Dengan demikian, pemerataan akses terhadap ilmu pengetahuan dan informasi dapat terwujud, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang cerdas, berwawasan luas, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
Bagikan ke: